Artikel Berita
Beranda » Rapat Paripurna DPRD: Optimalisasi PAD dan pengelolaan pasar jadi salah satu poin krusial dalam pembahasan APBD Kabupaten Blitar 2026

Rapat Paripurna DPRD: Optimalisasi PAD dan pengelolaan pasar jadi salah satu poin krusial dalam pembahasan APBD Kabupaten Blitar 2026

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar pada Selasa, 4 November 2025. (Foto: DPRD Kabupaten Blitar)

Blitar –  Pembahasan Rancangan APBD 2026 kembali memunculkan sorotan soal perlunya inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Pengurangan anggaran transfer dari pemerintah pusat diperkirakan menjadi tantangan serius bagi stabilitas fiskal, sehingga pemerintah daerah perlu menggencarkan upaya pencarian sumber pendapatan baru.

Anggotaa DPRD Kabupaten Blitar, Angga Adi Wangsa Pratama menilai pemerintah daerah harus memperluas basis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tidak bergantung pada pola konvensional.

Bangun ketangguhan sejak dini, relawan LPBI NU Kabupaten Blitar bekali santri di Aceh Tamiang soal edukasi kesiapsiagaan bencana

“Kalau pembangunan mau terus berjalan, optimalisasi PAD menjadi kunci. Intensifikasi pajak berbasis digital dan eksplorasi sumber pemasukan yang belum tergarap harus dilakukan,” ujarnya, Selasa, 4 November 2025.

Sektor pariwisata, parkir, dan retribusi pasar disebut sebagai tiga ruang potensial yang masih bisa dimaksimalkan. Namun, pengelolaannya dinilai belum sepenuhnya profesional dan masih memerlukan langkah pembenahan strategis.

Dia menyebut pengelolaan pasar tradisional perlu segera dimodernisasi. Menurutnya, pembentukan badan usaha khusus pengelola pasar dapat menjadi solusi realistis.

Hari ketiga di tanah Rencong, relawan PCNU Kabupaten Blitar distribusikan obat-obatan ringan kepada masyarakat

“Pasar harus dikelola seperti unit bisnis. Ketika pelayanannya meningkat, pedagang dan masyarakat merasa nyaman, dan transparansi keuangan terwujud, retribusi otomatis akan berjalan baik,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan sektor pasar berperan langsung pada PAD dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Kalau pasar hidup, ekonomi mikro bergerak. Itu efek berantai yang selama ini kurang diperhitungkan,” lanjutnya. (ads/blt/dprd)

Menjelang ramadan, warga Blitar kembali menghadapi dinamika gas 3 Kg

×