Artikel Feature
Beranda » Masjid Tiban Mbah Wali Abdullah Islam: Jejak spiritualitas dan karomah di Blitar

Masjid Tiban Mbah Wali Abdullah Islam: Jejak spiritualitas dan karomah di Blitar

Masjid Tiban di Udanawu Blitar. (Foto: Google Maps)

Blitar – Di Dusun Gembong, Desa Temenggung, Kecamatan Udanawu, Blitar, berdiri sebuah masjid penuh misteri yang dikenal sebagai Masjid Tiban Mbah Wali. Konon, tak seorang pun tahu kapan tepatnya masjid ini dibangun.

Kisah turun-temurun menyebutkan bahwa masjid ini ditemukan dalam bentuk utuh oleh seorang ulama bernama Abdullah Islam, yang dikenal sebagai Mbah Wali karena karomahnya yang luar biasa.

Masjid ini menarik perhatian dengan arsitekturnya yang mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah, lengkap dengan empat menara setinggi 17 meter di setiap sudutnya.

Bagaimana ideologi membentuk cara kita berpikir tanpa kita sadari?

Selain itu, keunikan masjid ini terletak pada ukiran tulisan Arab berlafaz “Allah” tanpa huruf alif yang menghiasi hampir seluruh sudut bangunan. Kayu jati pilihan menjadi material utama, memberikan kesan kokoh sekaligus sakral.

Di bawah setiap menara terdapat sumur yang airnya dipercaya bertuah, konon telah bercampur dengan air zamzam yang dibawa Mbah Wali. Untuk berziarah ke makam Mbah Wali yang terletak di area belakang masjid, pengunjung harus menjalani ritual membasuh muka di air jeding di setiap menara, sesuai urutan tertentu.

Area makam berada di ruang bawah tanah, di mana pengunjung dapat melakukan “tawaf kecil” mengelilingi tiang pancang utama sebelum berdoa di depan pintu berterali besi yang menjadi akses ke makam Mbah Wali dan dua putranya.

Anggota DPRD Jatim ini imbau warga sambut tahun baru 2026 dengan sederhana

Tradisi ini mencerminkan penghormatan mendalam terhadap sosok wali yang dipercaya memiliki kemampuan luar biasa, seperti memberi pertanda akan datangnya bencana.

Setiap malam Selasa, malam Jumat Wage, dan bulan Syawal, masjid ini ramai dikunjungi peziarah yang datang untuk berdoa dan mengikuti tahlilan. Keberadaan masjid ini tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga pusat spiritualitas yang penuh makna bagi masyarakat sekitar dan peziarah dari berbagai daerah.

3.132 sertipikat redistribusi tanah PPTPKH tahap II diserahkan di Kabupaten Blitar
×