Berita

PTPN I perkuat kolaborasi lintas sektor dukung swasembada pangan nasional

Blitar sebagai lumbung pertanian, dari kelapa hingga nanas madu
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) sebagai subholding perkebunan nusantara terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam rangka mendukung program swasembada pangan yang menjadi agenda prioritas pemerintah nasional. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BUMN perkebunan untuk berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Swasembada pangan bukan hanya soal produksi dalam negeri yang cukup, tetapi juga tentang ketangguhan sistem distribusi, pengolahan, dan akses pangan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. PTPN I memposisikan diri sebagai salah satu pilar penting dalam ekosistem pangan nasional melalui diversifikasi komoditas dan penguatan rantai nilai perkebunan.

Sinergi dengan petani dan mitra strategis

Kolaborasi yang dibangun PTPN I mencakup kemitraan dengan petani plasma, koperasi tani, hingga instansi pemerintah daerah di berbagai wilayah sentra perkebunan. Melalui pola kemitraan ini, petani mendapatkan akses terhadap bibit unggul, teknologi pertanian modern, serta jaminan harga yang lebih stabil.

Jasa Marga raih laba Rp1,9 triliun pada semester I 2026, ekosistem jalan tol nasional kian kuat

Program kemitraan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memberdayakan masyarakat petani agar lebih mandiri secara ekonomi. Pelatihan teknis dan pendampingan lapangan menjadi komponen penting yang memastikan pengetahuan pertanian terbaik terserap dengan baik oleh para mitra.

Kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan

Komoditas yang dikelola PTPN I mencakup berbagai tanaman perkebunan strategis yang berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan maupun pendapatan devisa negara. Upaya peningkatan produktivitas dilakukan melalui adopsi teknologi pertanian presisi, peremajaan tanaman tua, dan penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

Di sisi hilirisasi, PTPN I mengembangkan kapasitas pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum sampai ke pasar. Produk olahan bernilai tinggi tidak hanya lebih menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar komoditas global.

KAI Logistik kelola 1,9 juta ton barang pada Juli 2026, angkutan peti kemas catat pertumbuhan tertinggi

Dengan populasi yang terus tumbuh dan tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, penguatan sistem pangan nasional menjadi keharusan. PTPN I berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi memastikan ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×