Blitar – Kecamatan Wlingi tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pelanggan PDAM Tirta Penataran terbanyak di Kabupaten Blitar, mencapai 4.121 pelanggan pada 2025. Hal ini cukup wajar mengingat Wlingi menjadi pusat operasional PDAM Kabupaten Blitar, berdasarkan data BPS Kabupaten Blitar (Sumber: BPS Kabupaten Blitar).
Air Disalurkan Lebih dari 780 Ribu Meter Kubik
Sejalan dengan jumlah pelanggan terbanyak, Wlingi juga mencatat volume air disalurkan terbesar, mencapai 780.550 meter kubik dengan nilai pendapatan sekitar Rp4,01 miliar sepanjang 2025. Angka ini menegaskan Wlingi sebagai simpul distribusi air bersih terpenting di Kabupaten Blitar.
Kademangan di Posisi Kedua
Menyusul di posisi kedua, Kecamatan Kademangan mencatat 3.340 pelanggan dengan air disalurkan 597.020 meter kubik senilai Rp4,39 miliar. Menariknya, meski jumlah pelanggan Kademangan lebih sedikit dari Wlingi, nilai pendapatannya justru sedikit lebih tinggi.
Belum Semua Kecamatan Terlayani PDAM
Data BPS menunjukkan sejumlah kecamatan seperti Bakung, Panggungrejo, Wates, Sutojayan, Kanigoro, Sanankulon, Ponggok, Wonodadi, dan Udanawu belum tercatat memiliki layanan PDAM Tirta Penataran. Kondisi ini menegaskan masih adanya kesenjangan akses air perpipaan yang perlu terus diperluas jangkauannya.
Total 15.162 Pelanggan se-Kabupaten Blitar
Secara keseluruhan, PDAM Tirta Penataran melayani 15.162 pelanggan di seluruh Kabupaten Blitar, dengan total air disalurkan mencapai 2.626.089 meter kubik dan pendapatan lebih dari Rp15 miliar sepanjang 2025. Perluasan jaringan pipa ke kecamatan yang belum terlayani menjadi agenda penting ke depan bagi PDAM Kabupaten Blitar.
Data selengkapnya mengenai sebaran pelanggan PDAM di seluruh kecamatan Kabupaten Blitar bisa diakses publik lewat situs resmi blitarkab.bps.go.id bagi yang membutuhkan referensi lebih detail. Angka-angka ini membuktikan bahwa di balik statistik resmi, tersimpan cerita nyata tentang kemajuan dan tantangan pembangunan yang terus dihadapi Kabupaten Blitar dari tahun ke tahun.
Keterbukaan data semacam ini diharapkan terus konsisten dipublikasikan setiap tahun, menjadi rujukan penting bagi pemerintah, akademisi, dan masyarakat luas dalam memahami dinamika pembangunan Kabupaten Blitar.
Sinergi antara keterbukaan data pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu mendorong pembangunan Kabupaten Blitar yang semakin merata dan berbasis bukti nyata di lapangan. Konsistensi pembaruan data ini menjadi warisan informasi berharga bagi generasi pengambil kebijakan berikutnya di Kabupaten Blitar, sekaligus modal penting perencanaan pembangunan jangka panjang.
Warga Kabupaten Blitar diharapkan semakin melek data, sehingga mampu memanfaatkan informasi resmi seperti ini demi kepentingan pribadi maupun kemajuan bersama daerah tercinta. Data resmi seperti ini menjadi pengingat bahwa perencanaan pembangunan yang baik selalu berpijak pada fakta lapangan, bukan sekadar asumsi maupun perkiraan tanpa dasar yang jelas.
Semoga publikasi data resmi semacam ini terus konsisten dilakukan setiap tahun demi transparansi pembangunan Kabupaten Blitar ke depannya.

