Blitar – Kecamatan Gandusari tercatat sebagai sentra tanaman biofarmaka terbesar di Kabupaten Blitar, khususnya untuk komoditas jahe, laos, dan kencur. Data luas panen dan produksi ini dihimpun BPS Kabupaten Blitar dalam publikasi Kabupaten Blitar Dalam Angka 2026 (Sumber: BPS Kabupaten Blitar).
Jahe, Komoditas dengan Luas Panen Terbesar
Di antara berbagai tanaman biofarmaka yang dibudidayakan di Kabupaten Blitar, jahe menempati posisi dengan luas panen terbesar mencapai 71.840 meter persegi. Kecamatan Gandusari sendiri menyumbang luas panen jahe terbesar, yakni 35.000 meter persegi dengan produksi mencapai 9.603 kilogram.
Jeruk Nipis Catatkan Produksi Tertinggi
Meski jahe unggul dari sisi luas panen, komoditas jeruk nipis justru mencatatkan hasil produksi tertinggi di antara tanaman biofarmaka lain, mencapai 97.564 kilogram sepanjang 2025. Perbedaan ini menunjukkan variasi produktivitas antarjenis tanaman biofarmaka di Kabupaten Blitar.
Laos dan Kencur Juga Andalan Gandusari
Selain jahe, Gandusari juga menjadi wilayah dengan luas panen terbesar untuk tanaman laos, mencapai 8.000 meter persegi dengan produksi 2.942 kilogram, serta kencur dengan luas panen 2.500 meter persegi dan produksi 863 kilogram. Ketiga komoditas ini menegaskan posisi Gandusari sebagai sentra tanaman biofarmaka andalan Kabupaten Blitar.
Potensi Ekonomi Herbal Kabupaten Blitar
Kekayaan produksi tanaman biofarmaka ini membuka peluang besar bagi pengembangan industri jamu dan obat herbal berbasis bahan baku lokal, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani di Kecamatan Gandusari dan sekitarnya yang menjadi sentra utama komoditas tersebut.
Jahe Blitar Berpotensi Menembus Pasar Ekspor
Dengan kualitas dan volume produksi yang terus terjaga, jahe asal Gandusari berpotensi dikembangkan lebih jauh untuk menembus pasar ekspor, mengingat permintaan rempah-rempah Indonesia di pasar internasional cenderung terus meningkat setiap tahunnya.
Data Terbuka Bagi Publik
Seluruh data tanaman biofarmaka ini dapat diakses publik melalui situs resmi blitarkab.bps.go.id, memudahkan pelaku usaha jamu maupun peneliti yang membutuhkan referensi resmi seputar potensi rempah Kabupaten Blitar untuk berbagai keperluan riset. Potensi rempah-rempah Kabupaten Blitar ini menjadi salah satu kekayaan alam yang patut terus dikembangkan demi kesejahteraan petani lokal. Bagi pembaca yang ingin mendalami lebih jauh, publikasi lengkap Kabupaten Blitar Dalam Angka 2026 bisa diunduh gratis melalui portal resmi BPS Kabupaten Blitar untuk referensi yang lebih komprehensif.
Angka-angka ini menjadi pengingat bahwa di balik statistik resmi, tersimpan gambaran nyata kehidupan sehari-hari warga Kabupaten Blitar yang terus bergerak dinamis dari tahun ke tahun. Ke depan, keterbukaan data semacam ini diharapkan terus konsisten dipublikasikan setiap tahun, menjadi warisan informasi berharga bagi generasi pengambil kebijakan berikutnya di Kabupaten Blitar. Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memanfaatkan data ini secara bijak diharapkan mampu mendorong pembangunan Kabupaten Blitar yang lebih terarah dan berbasis bukti nyata di lapangan.

