Artikel Feature

Mengenal Boediono, Ahli Ekonomi dan Sosok yang Pernah Jadi Wakil Presiden Asal Blitar

Boediono tokoh asal Blitar.
Boediono tokoh asal Blitar. (Foto: Instagram/boediono)

Blitar – Publik tentunya pernah mendengar nama yang satu ini. Boediono. Dia pernah menjadi wakil presiden dan juga merupakan ekonom.

Boediono lahir di Blitar, Jawa Timur tanggal 25 Februari 1943. Dulu dia bersekolah di SMPN 1 Blitar, kemudian dilanjutkan bersekolah di SMAN 1 Blitar.

Usai lulus dari bangku SMA, dia melanjutkan pendidikan tingginya di University Gajah Mada, Yogyakarta. Setelahnya, Boediono mendapatkan gelar Bachelor of Economics (Hons) yang diraih dari Universitas Western Australia.

Cerita usaha gula jawa di Semen, Gandusari yang bertahan sejak 1991

Laki-laki penyuka makanan soto ini, kemudian memperolehnya Master of Economics diperoleh dari Universitas Monash. Kemudian juga mendapatkan gelar S3 (Ph.D) di bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania.

Kariernya di kancah nasional mulai nampak saat menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional saat masa-masa Reformasi tahun 1998.

Saat masa kepemimpinan peralihan dari Presiden BJ Habibie kr Gus Dur, jasanya tidak terpakai menjadi seorang menteri. Saat Megawati menjadi presiden, Boediono kembali menjadi menteri.

Mahasiswa UNU Blitar dorong promosi wisata Semen lewat Citizen Journalism dan konten kreatif

Karier Boediono semakin menjulang saat dirinya diumumkan menjadi calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya alasan pemilihan Boediono.

Alasannya, Boediono tidak mempunyai pengalaman di bidang politik, sampai sosok SBY maupun Boediono sama-sama orang Jawa.

Pada akhirnya, saat Pilpres 2009 dilaksanakan, SBY-Boediono berhasil mengungguli dua kawannya, yakni Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.

5th BEN Carnival digelar 22 Agustus 2026 malam dengan format baru, rute lebih panjang, dan bidik masuk Kharisma Event Nusantara

Saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden, Boediono dikenal sebagai sosok yang pendiam. Tak banyak bicara. Namun, ide dan gagasannya tidak perlu diragukan lagi.

×