Artikel
Beranda » 7 Kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar bisa mengganggu kesehatan (dan cara mengatasinya)

7 Kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar bisa mengganggu kesehatan (dan cara mengatasinya)

Ilustrasi kebiasaan buruk (Foto: dibuat oleh Gemini AI)

Pernahkah kamu merasa sudah menjalani hidup sehat karena rutin olahraga, tapi badan tetap terasa gampang lelah atau sering mengeluh sakit ringan?

Ternyata, investasi kesehatan itu nggak cuma soal seberapa berat beban yang kamu angkat di gym atau seberapa jauh kamu lari pagi ini, lho.

Sering kali, masalah kesehatan justru muncul dari rutinitas kecil yang kita anggap “normal” atau sepele. Kebiasaan yang dilakukan berulang ini diam-diam menumpuk dan bisa merusak fungsi tubuh dalam jangka panjang.

Abaikan kata-kata trendi & waspadai wol: Cara memilih kain yang lebih ramah lingkungan dan menghindari greenwashing

Sayangi tubuhmu sekarang, sebelum dia “protes” di kemudian hari. Yuk, kita bongkar 7 kebiasaan sehari-hari yang harus segera kamu perbaiki mulai sekarang!

1. Terjebak dalam Layar (Blue Light & Doomscrolling)

Siapa nih yang nggak bisa lepas dari HP sebelum tidur? Menatap layar gadget terus-menerus, apalagi di tempat gelap, punya dampak serius bagi kesehatan fisik dan mentalmu.

Paparan cahaya biru (blue light) dari layar gadget diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin yang bertugas mengatur siklus tidur. Akibatnya, ritme sirkadian atau jam biologis tubuh terganggu, membuatmu sulit tidur dan tidak berenergi besoknya.

Selain memicu computer vision syndrome (mata lelah dan kering), kebiasaan ini juga berisiko menyebabkan degenerasi makula yang bisa berujung pada kebutaan. Belum lagi kebiasaan doomscrolling terus-menerus membaca berita buruk di media sosial yang memicu kecemasan, stres, hingga paranoid.

Cara Memperbaikinya: Aturan 20-20-20 Agar matamu tidak cepat lelah dan terhindar dari kerusakan permanen, terapkan langkah ini:

  • Setiap 20 menit menatap layar.
  • Alihkan pandangan untuk melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
  • Lakukan selama 20 detik.

2. Sabotase “Gula Tersembunyi”

Kamu mungkin sudah mulai mengurangi minum teh manis, tapi apakah kamu yakin asupan gulamumu sudah aman? Faktanya, ada sekitar 60 istilah untuk gula yang “bersembunyi” di balik label kemasan, seperti sirup jagung, gula tebu, hingga nama kimia berakhiran “-osa” (sukrosa, fruktosa, maltosa).

Perbandingan Kandungan Gula yang Mengejutkan:

  • 1 gelas Bubble Tea: 3 sdm gula (24 gram).
  • 1 sachet Kopi Instan: 2 sdm gula (21 gram).
  • 2 buah Donat Cokelat: 2 sdm gula (24 gram).
  • 3 sdm Kecap Manis: 2 sdm gula (13,5 gram).
  • 1 potong Martabak Manis: 1 sdm gula (12 gram).

Ingat, batas konsumsi gula harian dari Kemenkes RI adalah maksimal 4 sdm atau 50 gram. Sekali kamu “jajan” boba dan martabak, jatah gulamumu sudah lewat batas!

3. Menahan Apa yang Seharusnya Keluar (Pipis & Emosi)

Beberapa dari kita sering menunda ke toilet karena tanggung sedang meeting. Padahal, menahan buang air kecil bisa menyebabkan urine mengendap dan memicu batu kandung kemih, infeksi saluran kemih (ISK), hingga hidronefrosis (pembengkakan ginjal).

Nggak cuma pipis, menahan amarah pun berbahaya. Sering memendam emosi negatif atau stres yang tidak dikelola dengan baik bisa memicu sakit kepala, gangguan pencernaan, insomnia, hingga kecemasan dan risiko serangan jantung.

“Infeksi saluran kemih yang terjadi akibat kebiasaan menahan buang air kecil juga bisa sampai ke ginjal. Infeksi ginjal butuh penanganan medis segera karena bila terlambat diobati dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen.”

4. Menggunakan Gigi sebagai Alat (Bukan Cuma Buat Makan)

Gigi kita diciptakan untuk mengunyah, bukan sebagai pengganti gunting atau pembuka botol! Kebiasaan salah kaprah ini sering dianggap remeh, padahal dampaknya permanen.

Menggigit Kuku Selain tidak higienis, kebiasaan ini memberi tekanan berlebih pada rahang. Dalam jangka panjang, struktur rahangmu bisa berubah menjadi lebih menonjol (protruding) dan memicu disfungsi rahang.

Mengunyah Es Batu Ingat prinsip “kristal vs kristal”. Email gigi adalah kristal, dan es batu juga kristal. Pertemuan dua benda keras ini dengan tekanan tinggi bisa menyebabkan email gigi retak atau pecah.

Membuka Kemasan/Botol dengan Gigi Aktivitas ini sangat berisiko membuat gigi patah, retak, atau bahkan copot seketika.

5. Jebakan “Sedentary Lifestyle” (Duduk Terlalu Lama)

Duduk berjam-jam tanpa jeda sering disebut sebagai silent killer. Saat kamu diam terlalu lama, metabolisme melambat, sirkulasi darah melemah, dan kemampuan tubuh mengontrol kadar gula menurun. Ini adalah jalur cepat menuju risiko diabetes dan penyakit jantung. Belum lagi postur membungkuk yang menyebabkan nyeri punggung kronis.

Solusi: Bangun Mikro-Habit!

Pasang timer di HP atau laptop setiap 30–60 menit sebagai pengingat untuk berdiri.

Biasakan untuk selalu berdiri atau berjalan saat menerima panggilan telepon.

Lakukan peregangan ringan selama 2–5 menit untuk melancarkan kembali aliran darah.

6. Volume Tinggi yang Menghancurkan (Headset & Tinnitus)

Mendengarkan musik dengan headset memang asyik, tapi paparan suara keras secara terus-menerus dapat merusak sel saraf pendengaran secara permanen. Salah satu gejalanya adalah Tinnitus, yaitu kondisi telinga yang terasa berdengung terus-menerus.

Cara Aman: Gunakan Aturan 60/60

Atur volume maksimal 60% dari volume total perangkatmu.

Gunakan headset maksimal selama 60 menit (1 jam), lalu istirahatkan telingamu minimal 5 menit.

7. Pola Makan yang Kacau (Gastritis & Makan Terburu-buru)

Kebiasaan makan terburu-buru atau makan sambil main HP membuat tubuh sulit menangkap sinyal kenyang, sehingga risiko makan berlebihan meningkat. Selain itu, sering menunda waktu makan akan memicu produksi asam lambung berlebih yang mengiritasi mukosa lambung (Gastritis/Maag).

Kondisi ini sangat sering menyerang remaja. Selain karena jadwal yang padat, preferensi remaja pada makanan yang terlalu pedas atau asam sering kali menjadi pemicu utama iritasi lambung yang menyakitkan.

Penutup: Perubahan Kecil untuk Dampak Besar

Kesehatan yang prima tidak bisa dibangun dalam semalam. Semuanya dimulai dari kesadaranmu hari ini untuk mengubah hal-hal kecil yang terlihat sepele. Mencegah jauh lebih mudah dan murah daripada harus berurusan dengan pengobatan medis nantinya.

Yuk, mulai lebih peduli dengan dirimu sendiri. Dari 7 hal di atas, mana nih yang tanpa sadar paling sering kamu lakukan?

Yuk, cerita di kolom komentar dan mari kita mulai langkah sehat pertama kita hari ini!


Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

×