Kota Blitar di Jawa Timur dikenal memiliki banyak julukan yang melekat pada identitasnya.
Setiap julukan tidak datang tanpa alasan, melainkan lahir dari sejarah panjang, peran tokoh, hingga kekayaan alam dan budaya yang dimiliki. Berikut tujuh julukan Kota Blitar dan kisah di baliknya yang wajib diketahui setiap warga.
1. Bumi Bung Karno
Julukan ini paling melekat pada Blitar karena kota inilah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Ir. Soekarno, Presiden pertama sekaligus Proklamator Republik Indonesia.
Kompleks Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Sananwetan, menjadi saksi keterikatan kuat antara Blitar dan sang Proklamator. Setiap tahun, ribuan peziarah dari berbagai daerah datang untuk berdoa di tempat ini.
2. Kota Proklamator
Masih berkaitan dengan sosok Bung Karno, Blitar juga dikenal sebagai Kota Proklamator.
Selain menjadi tempat peristirahatan terakhir, Blitar juga merupakan kota yang menyimpan banyak jejak kehidupan masa kecil Soekarno melalui Istana Gebang atau Ndalem Gebang yang dahulu menjadi rumah keluarganya.
3. Kota Patria
Julukan Kota Patria mengacu pada peran Blitar sebagai pusat perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kota ini menjadi saksi pemberontakan tentara PETA terhadap pasukan Jepang pada 14 Februari 1945 yang dipimpin oleh Shodanco Supriyadi.
Hingga kini, semangat patriotik tersebut diabadikan melalui Monumen PETA dan Monumen Supriyadi.
4. Kota PETA
Sebagai salah satu pusat pemberontakan tentara PETA pada masa pendudukan Jepang, Blitar mendapat julukan Kota PETA.
Pemberontakan yang dipimpin Shodanco Supriyadi ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Monumen PETA di Kelurahan Bendogerit menjadi pengingat keberanian para pejuang.
5. Bumi Penataran
Julukan Bumi Penataran berasal dari keberadaan Candi Penataran, kompleks candi Hindu termegah dan terluas di Jawa Timur.
Candi yang berlokasi di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, ini diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Masehi. Keberadaan candi tersebut membuktikan bahwa Blitar pernah menjadi pusat peradaban besar di masa lampau.
6. Bumi Seribu Candi
Tidak hanya Candi Penataran, Kabupaten Blitar juga memiliki ratusan situs candi yang tersebar di berbagai kecamatan.
Mulai dari Candi Sawentar, Candi Simping, Candi Kalicilik, Candi Gambar Wetan, hingga Candi Tepas, semuanya menjadi saksi kejayaan Hindu-Buddha pada masa Kerajaan Kadiri dan Majapahit. Karena kekayaan inilah, Blitar dijuluki Bumi Seribu Candi.
7. Kota Koi
Julukan ini muncul karena Blitar dikenal sebagai salah satu sentra budidaya ikan koi terbesar di Indonesia. Banyak peternak ikan koi profesional berasal dari Blitar, dan ikan-ikan koi produksi mereka kerap memenangkan kontes nasional maupun internasional.
Bahkan, koi Blitar telah diekspor ke berbagai negara dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga setempat.
Tujuh julukan di atas membuktikan bahwa Blitar bukan sekadar kota kecil di Jawa Timur.
Dari sejarah perjuangan kemerdekaan, peradaban Hindu-Buddha, hingga industri perikanan modern, semuanya berpadu menjadi identitas unik yang membuat Blitar pantas dibanggakan. (Ko)

